Hi, Dialers! In case you are wondering about my identity, here are some information that would hopefully answer your curiosity :) Firstly, my name is Karina Puspita Sari, and my nickname is usually Karin. I graduated and attained my bachelor degree in English Language and Literature from Universitas Negeri Malang. Frankly speaking, I don't know what to make of this 'blogging' world. I am still clueless and I've got a lot to learn. So, any suggestions or any critics from you would be highly appreciated. Oh yeah, you can also contact me via e-mail on karina.puri97@gmail.com. Last but not least, thanks for stopping by and stay awesome!
Jujur, sebagai seorang introvert, salah satu kegiatan favorit yang sering saya lakukan di waktu senggang adalah mendengarkan lagu. Bahkan saya rasa, kegiatan menyenangkan yang satu ini tidak hanya digemari oleh para introvert saja, melainkan digemari nyaris oleh semua kalangan.
Ya, mungkin alasan kenapa seorang introvert pada umumnya hobi mendengarkan lagu karena pertama, kegiatan ini tidak mengharuskan mereka untuk berbicara. Kedua, mendengarkan lirik dan menghanyutkan diri ke dalamnya merupakan aktivitas yang sifatnya begitu mengasyikkan dan yang terakhir, sesungguhnya dalam kegiatan ini hanya ada kita dan musik, tanpa ada orang lain yang mengusik, tanpa ada orang lain yang berisik.
Nah, kebetulan, pada kesempatan kali ini, saya ingin berbagi mengenai beberapa referensi lagu yang menurut saya erat kaitannya dengan kehidupan seorang introvert.
Hoho, tanpa menunggu lebih lama lagi, inilah daftarnya,
Single kece yang dibawakan oleh rapper asal Amerika, G-Eazy, ini dirilis pada Oktober 2015 dan tergolong ke dalam genre pop-rap. Tidak tanggung-tanggung, single ini pun sempat menduduki peringkat ke-7 dalam chart US Billboard Hot 100.
Single pertama dari album kedua G-Eazy ini memang memiliki beat yang ciamik sehingga saat pertama kali mendengarkannya saja sudah langsung terngiang di kepala. Suara Bebe Rexha yang khas pun semakin menambah warna pada single yang sudah terjual lebih dari satu juta kopi di AS ini.
" And as far as I can see I just need privacy
Plus a whole lot of tree, f*ck all this modesty
I just need space to do me get a world that they're tryna see "
" Yeah, and I don't like talking to strangers
So get the f*ck off me I'm anxious
I'm tryna be cool but I may just go ape sh*t
Say "f*ck y'all" to all of y'all faces "
Selain liriknya yang straightforward, video klip dari lagu ini juga menampilkan hal yang sangat dibenci oleh seorang introvert: kerumunan banyak orang.
Di video klip ini G-Eazy digambarkan menjadi 'stres berat' karena mendapatkan kejutan ulang tahun yang menghadirkan kerumunan banyak orang di rumahnya. G-Eazy pun akhirnya menghindari orang-orang tadi dengan pergi ke kamar mandi dan berbicara pada 'dirinya sendiri' dengan 'gilanya' di depan kaca. Bagaimana? Apakah kalian pernah mengalami kejadian yang seperti ini juga sebelumnya?
And I can't wait till we can break up outta here "
Single yang dirilis pada April 2015 ini juga memiliki lirik yang 'introvert banget' lho, guys. Kerennya lagi, debutsingle dari Alessia Cara ini pun sempat berada di peringkat ke-5 chart US Billboard Hot 100.
" Excuse me if I seem a little unimpressed with this
An anti-social pessimist but usually I don't mess with this
And I know you mean only the best and
Your intentions aren't to bother me
But honestly I'd rather be "
" Somewhere with my people we can kick it and just listen
To some music with the message (like we usually do)
And we'll discuss our big dreams
How we plan to take over the planet
So pardon my manners, I hope you'll understand it "
Saat mendengarkan lagu ini, kalian akan disuguhi alunan musik alternative RnB yang yahud nan cozy. Liriknya pun bercerita tentang seseorang yang terpaksa menghadiri sebuah pesta karena, ya, bagaimana lagi, teman-temannya berada disana dan sebagai bentuk 'formalitas', Ia pun jadi menghadiri pesta tersebut. Sekalipun begitu, di sepanjang lagu ditampilkan lirik yang merupakan 'curhatan' akan bagaimana dia sebenarnya membenci kegiatan yang sifatnya memang sangatlah useless ini.
'Pieces' merupakan lagu pertama yang membuat saya jatuh cinta pada grup band asal Kanada bernama Sum 41 ini. Menurut saya, lagu ini cocok sekali untuk didengarkan waktu sedang turun hujan sembari makan mi kuah instan rasa ayam bawang (eaa).
Single kedua dari album Sum 41 yang bertajuk Chuck ini sejatinya memiliki nuansa yang mellow dan terkesan 'biru'. Hebatnya, pada tahun perilisannya (2005), lagu ini sempat masuk ke dalam jajaran US Billboard Modern Rock Tracks.
I tried to be perfect
But nothing was worth it
I don’t believe it makes me real
I thought it’d be easy
But no one believes me
I meant all the things I said
This place is so empty
My thoughts are so tempting
I don’t know how it got so bad
Sometimes it’s so crazy
That nothing can save me
But it’s the only thing that I have
Rasa alternative rock yang ditawarkan pada lagu ini terbilang sangat kental. Lagu ini bercerita tentang betapa fana-nya kehidupan yang ada di muka bumi ini. Lagu ini pun seakan menyatakan bahwa there's no such thing as 'perfect life' in this whole filthy world. Hm, saya rasa filosofi macam ini adalah tipikal filosofi yang akan dianut oleh para introvert sekalian, ya. Selain itu, penekanan kalimat 'that I’m better off on my own' di beberapa akhiran lirik semakin menambah citarasa introvert yang tertuang di dalam lagu ini.
Video klip lagu ini pun begitu menyentuh. Diceritakan si vokalis berjalan sendirian menyusuri jalanan yang lengang dan beberapa truk mini dengan kaca transparan pun melewatinya. Masing-masing truk memiliki label seperti "the perfect vacation", "the perfect night", "the perfect family" dan "the perfect body". Pada akhir video, si vokalis akhirnya menaiki salah satu dari truk mini tersebut yang berlabel "the perfect life". Namun tak lama, huruf 'f 'pada kata 'life' terjatuh dan justru mengubah label yang ada menjadi "the perfect lie". Hm, ironis, ya?
Dirilis pada Agustus 2003, lagu yang dibawakan oleh grup band asal Kanada, Simple Plan, ini bercerita tentang seorang anak yang merasa gagal menjadi apa yang diinginkan oleh ayahnya. Konon, si anak ini sudah berusaha untuk menjadi yang terbaik tapi tampaknya hal itu tidak pernah cukup di mata sang ayah.
Lagu yang juga sempat nongkrong di US Billboard Hot 100 ini dibalut dalam alunan melodi pop rock ala Simple Plan yang menurut saya begitu manis dan 'tidak akan lekang oleh waktu'.
" I try not to think
About the pain I feel inside
Did you know you used to be my hero?
All the days you spent with me
Now seem so far away
And it feels like you don't care anymore "
" And now I try hard to make it
I just wanna make you proud
I'm never gonna be good enough for you
I can't stand another fight
And nothing's alright "
Terus apa dong hubungannya sama introvert? Menurut saya, lagu ini memiliki segi introvert yang kuat karena sebagai seorang introvert, kita kerap kali mencoba untuk menjadi 'perfect' di depan orang-orang.
Selain itu, video klip yang ditampilkan dari lagu ini memiliki setting yang begitu dekat dengan para introvert: kamar tidur. Eits, jangan mikir jorok dulu, ya. Di video klip ini ditampilkan beberapa remaja dalam kamar tidur berbeda namun di dalam sana, mereka sama-sama nampak 'frustrasi'. Belum cukup sampai disitu, kita akan semakin dibuat baper oleh efek hujan lebat yang mengguyur para personil band saat mereka memainkan lagu ini. Bagaimana? Sudah siap untuk mendengarkan lagunya?
" I'm just a kid and life is a nightmare I'm just a kid, I know that it's not fair
Nobody cares, cause I'm alone and the world is
Having more fun than me tonight "
Lagu debut dari Simple Plan yang dirilis pada Februari 2002 ini akan memanjakan telinga kalian dengan hentakan irama pop punk yang aduhai. Sekalipun begitu, di mata saya, lirik yang terkandung dalam lagu ini sebenarnya cukup menyedihkan dan cukup menggambarkan kehidupan dari seorang introvert.
" And maybe when the night is dead,
I'll crawl into my bed
I'm staring at these 4 walls again
I'll try to think about the last time
I had a good time
Everyone's got somewhere to go "
" What the hell is wrong with me?
What the f*ck is wrong with me?
Don't fit in with anybody
How did this happen to me?
Wide awake I'm bored and I can't fall asleep
And every night is the worst night ever "
Well, as an introvert, I sometimes get upset because I can barely understand the reason why I'm a little bit different from others. Di dalam lagu ini pun terpancar jelas pernyataan yang sama, yang mana menunjukkan bahwa terkadang sebagai seorang introvert, kita kerap kali merasa 'terasingkan'. And you know what? Sometimes, it somehow doesn't feel so fair, persis seperti lirik yang tercantum pada lagu ini.
Last but not least, we've got 'Creep' from a legendary English band named Radiohead. Dirilis pada September 1992, lagu ini mempunyai deretan lirik yang epic dan begitu tulus. Musik yang disuguhkan dalam lagu ini pun begitu easy listening. Meski beberapa orang menganggap kalau lagu ini memiliki kesan yang 'depressing' alias bikin ingin bunuh diri, tapi ternyata lagu ini sukses mendominasi chart Billboard Hot 100 lho, guys.
I don't care if it hurts,
I want to have control,
I want a perfect body,
I want a perfect soul,
I want you to notice,
When I'm not around,
You're so f*cking special,
I wish I was special.
Sebenarnya lagu ini berkisah tentang seorang laki-laki yang naksir pada seorang perempuan namun Ia tidak memiliki keberanian untuk mengungkapkannya. Dalam liriknya, si laki-laki ini bahkan mengagungkan keberadaan si perempuan tersebut dengan menganggapnya sebagai seorang bidadari yang melayang di dunia surgawi.
Hubungannya dengan introvert? Well, kalimat "I don't belong here " yang tertera pada lirik lagu inilah buktinya. Lirik tersebut tentu dapat mewakili tabiat seorang introvert yang seringkali merasa 'tidak nyaman' berada pada suatu lingkungan tertentu. Tidak heran, lagu ini sering digadang-gadang sebagai 'lagu kebangsaan' dari orang-orang yang berkepribadian introvert. Bagaimana? Apakah kalian setuju?
Nah, itu tadi adalah deretan 6 lagu yang hukumnya wajib diketahui oleh para introvert. Semoga postingan kali ini dapat menambah wawasan musik kalian dan dapat mempersatukan para saudara-saudara introvert sekalian yang ada di luar sana, ya (ehehe).
Apa yang muncul di benak kamu saat pertama kali mendengar kata 'sekolah' ?
Apakah itu teman-teman yang solid? Pelajaran yang membosankan? Para senior yang selalu sok dan berlaku seenak jidatnya? Atau guru-guru yang killer nan galak?
Hihi, bicara soal sekolah memang tidak ada habisnya. Tempat yang satu ini memang selalu punya kenangan dan cerita tersendiri. No wonder kalau kita selalu senyam-senyum sendiri kala mengingat memori tentangnya.
Bagi yang masih menjalani masa sekolah, berbahagialah. Nikmatilah masa yang menjengkelkan sekaligus menyenangkan itu karena dia tidak akan datang lagi untuk yang kedua kalinya (beneran deh).
Bagi yang sudah tidak lagi berada pada masa sekolah, hayo ngaku, dulu kalian begitu ingin segera cepat dewasa dan meninggalkan bangku sekolah kalian, kan? Eh, tapi ternyata setelah meninggalkan masa sekolah, kalian justru ingin menikmati kembali masa-masa yang begitu berkesan itu. Ironis juga, ya?
Hm, terus kalau sudah begitu bagaimana, dong?
Sudah, daripada galau, mending nonton film aja. Film yang ditonton pun film yang ceritanya masih berhubungan dengan kehidupan persekolahan pastinya, biar bikin kamu jadi semakin baper (hihi). Nih daftar lima film kece bertema sekolah yang bakal bikin kamu terinspirasi plus bikin kamu mengenang kembali masa sekolah kamu yang penuh warna itu,
We're all pretty bizarre. Some of us are just better at hiding it, that's all.
Film ini menceritakan tentang lima anak SMA yang dikumpulkan bersama dalam perpustakaan sekolah guna menjalani kelas detensi pada hari Sabtu pagi. Latar belakang yang mereka miliki pun berbeda-beda, mulai tukang bikin onar, anak orang kaya, atlet gulat sekolah, nerd hingga si misterius yang tingkahnya bisa dibilang 'aneh banget'. Meski begitu, mereka justru jadi saling 'mengenal dan memperkenalkan diri' mereka masing-masing lewat kelas detensi ini.
This movie is totally 'old but gold'. Bahkan soundtrack-nya yang berjudul 'Don’t you forget about me' dari Simple Minds pun menjadi salah satu simbol ikonik akan era tahun 80an. Sudah begitu, keberadaan karakter-karakter yang 'tulus' dan benar-benar mencerminkan 'kasta' yang terbentuk di kehidupan persekolahan bakal membuat kamu jatuh cinta sejatuh-jatuhnya pada film ini. Wajib ditonton deh pokoknya.
Carpe diem, seize the day boys, make your lives extraordinary.
Film ini berkisah mengenai tujuh remaja lelaki yang sama-sama bersekolah di Welton Academy. Welton Academy sendiri merupakan sekolah khusus anak laki-laki yang notabene memiliki sistem yang begitu kolot. Berbagai halangan dan rintangan pun menghadang kehidupan ketujuh remaja laki-laki ini, namun mereka disatukan oleh kehadiran seorang guru bahasa Inggris yang memperkenalkan mereka pada dunia sastra yang luas nan bebas.
Sebagai seorang mahasiswa sastra, saya bersyukur dipertemukan dengan film ini karena film ini banyak mengandung referensi sastra yang dibawakan secara 'ringan dan menyenangkan'. Dengan adanya suguhan akting yang mumpuni dari mendiang Robin William, ditambah lakon Ethan Hawke muda yang begitu simpatik, dijamin akan membuat kamu ber-baper ria di sepanjang menonton film ini. It is indeed a highly recommended movie for everyone. 3. School of Rock (2003)
Film yang satu ini akan membuat kamu ketawa-ketiwi karena disini, Jack Black akan berperan sebagai guru honorer palsu yang mengajar musik rock pada anak-anak SD.
Hal favorit yang ditampilkan disini tentunya adalah akting dari Jack Black yang begitu jenaka. Selain itu, kepolosan dan kehebatan anak-anak di film ini dalam bermain musik otomatis akan membuat kamu merasa gemas sekaligus terpana. 4. Wild Child (2008)
Jadi ceritanya ada seorang remaja perempuan bernama Poppy (Emma Roberts) yang dikirim ke asrama khusus perempuan oleh ayahnya. Ini dikarenakan sang ayah ingin supaya Poppy yang 'tukang pembuat masalah' memiliki etika yang lebih baik nantinya. Things didn't go smoothas hell, though. Poppy bahkan harus berhadapan dengan senior yang menyebalkannya minta ampun. Namun begitu, disana ternyata Ia menemukan beberapa sahabat yang begitu loyal dan lambat laun, Ia pun bisa berubah menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya.
Gara-gara menonton film ini, saya jadi sempat terpikir ingin masuk ke sekolah asrama khusus perempuan (ehehe). Habisnya, disini kehidupan ala asrama digambarkan dalam potret yang begitu menarik hati. Selain menghadirkan kehidupan ala asrama yang dreamy, film ini pun semakin asyik ditonton karena menyuguhkan latar tempat pedesaan Inggris yang hijau nan asri. Penasaran? Buruan deh ditonton filmnya!
Film Asia juga gak mau kalah nih, guys. Film asal India yang satu ini menampilkan kisah persahabatan tiga orang mahasiswa teknik yang sama-sama berjuang untuk mencari jati diri mereka masing-masing. Perjuangan mereka pun terbilang tidak mudah karena ketiganya selalu berada di bawah tekanan keadaan sosial dan pimpinan kampus mereka.
Kalau biasanya film India identik dengan tema drama percintaan yang mendayu-dayu, film yang satu ini berbeda, guys. Film ini hukumnya wajib buat kamu tonton karena film ini akan mengubah sedikit/banyak soal perspektif pendidikan yang ada di masyarakat (terutama pada masyarakat Asia). Sekalipun begitu, film ini memiliki alur cerita yang flowing dan adegan-adegan film yang gokil. Kita pun jadi bisa dengan mudah menangkap pesan dari filmnya, deh. Bagaimana? Keren, kan?
Pfuhh, finally. Itulah 5 film bertema sekolah yang bisa jadi sumber inspirasi sekaligus ajang nostalgia buat kamu semuanya.
Kamu punya rekomendasi film bertema sekolah yang lainnya? Silahkan berbagi lewat kolom comment yang ada di bawah ini!
Ente doyan nyanyi? Ente doyan karaoke tapi males pergi atau gak ada duit buat pergi? " Iya, Mbah. Aku suka nyanyi tapi aku sering kena lempar asbak pas nyanyi di tempat karaoke bareng temen-temen atau keluarga aku. Mungkin mereka iri sama suara aku yang kelewat indah ini ya, Mbah?? "
Weleh weleh, kok ya malang nasibmu, jon. Sudah sudah, daripada itu kasihan asbaknya yang benjol terus kena kepala kamu, lebih baik dengarkan solusi dari aku ini ya.
Begini ya, le, sekarang ini sudah tahun 2016. Sudah ada teknologi yang bernama 'smartphone' alias 'ponsel pintar' yang menyediakan berbagai macam aplikasi pemudah kebutuhan hidup kamu. Nih ya, sekarang ini sudah ada aplikasi karaoke yang modalnya cuma smartphone, headset/earphone, kuota internet, sama suara merdu kamu itu.
" Wee, sangar itu, Mbah! Apa nama aplikasinya?? "
Namanya Smule. Nah, pokoknya kamu nanti tinggal cari lagu yang mau kamu nyanyikan, terus di-klik, terus kalo kamu bukan anggota VIP ya syaratnya kamu harus join collab sama orang lain biar bisa menyanyikan lagu itu. Lebih manteb lagi kalau internet kamu pake koneksi wifi. Nanti ya, suaramu itu bakal direkam dan bisa kamu tambahkan efek macem-macem sesuai kebutuhan kamu. Oh iya, kamu pun gak bakal kena asbak melayang lagi soalnya aplikasi ini kan sifatnya virtual saja. Begitu, jon. Yahud, kan?
" Sudah, Mbah. Barusan aku donlot ini tapi kok memelas ya Mbah aku gak punya follower ini nanti suara aku tidak bisa didengarkan oleh dunia dong Mbah gimana ini, Mbah?? " Lha wong kamu bikin rekaman nyanyi aja belum udah minta polower-poloweran segala. Kamu kira kamu Zayn Malik? -_-
Heleh, ya sudah. Mumpung mbah lagi baik hati ini, mbah langsung kasih saja beberapa kiat supaya kamu bisa cepat punya banyak follower di aplikasi Smule.
" Gayaopo ini, Mbah?? Gaya dada opo gaya kupu-kupu?? "
Gaya nungging, le -_- ya bukan begitu. Maksud aku itu kamu kalau nyanyi ya yang niat. Tambah bagus lagi kalau kamu punya 'gaya' menyanyi yang bisa membedakan kamu dari penyanyi-penyanyi Smule yang lain. Lha kamu nyanyimu aja kayak habis ditinggal kawin mantanmu gitu, mana sudi orang-orang mau mem-follow kamu?
Ini bukan berarti suaramu harus benar-benar bagus, lho. Pokoknya PeDe (Percaya Diri) aja. Yang penting itu kamu punya gaya 'khas' yang siapa tahu bisa menarik perhatian member lain buat klik tombol 'follow' pada akun menyanyi kamu.
" Aktif dan ramah itu gimana mbah maksudnya?? "
Ya kamu itu aktiflah menjelajah ke member-member yang lain. Saling berkenalan gitu, lho. Perbanyak comment (baca: perbanyak memuji ehehe) dan like pada rekaman penyanyi lain di Smule yang kamu anggap menarik. Jadilah juga seorang member yang ramah dengan selalu membalas comment dan pesan dari member lain, syukur-syukur kalau itu pujian, apalagi makian, ehehe.
Kalau ada yang request lagu buat kamu nyanyikan juga turutin aja. Itung-itung kamu udah berasa kayak punya penggemar, kan?
Ini namanya “Jer Basuki Mawa Beya” , le. Artinya, “Untuk mencapai kebahagiaan itu sejatinya diperlukan pengorbanan” . Ya, kamu harus modal sedikit lah, ya.
Dengan punya akun VIP, kamu akan punya sederet keuntungan seperti kamu bisa menyanyi solo atau bahkan membuka sebuah collab pada lagu manapun yang tersedia di dalam aplikasi Smule. Dengan membuka sebuah collab, kesempatan kamu untuk mendapatkan follower akan semakin besar.
4. (Setelah upgrade akun ke VIP) Perbanyak Membuka Collab
" Wah kalo yang ini mah gak usah disuruh lagi, Mbah! "
Sip. Paling tidak kamu buka satu collab dalam satu minggu. Saran mbah, sering-seringlah membuka collab pada lagu-lagu mainstream atau lagu-lagu yang sedang hitz.
Sebagai bantuan, ente bisa buka di bagian menu "Top Hits" dan ente akan menemukan lagu yang paling sering dinyanyikan di Smule.
" Emang harus ya mbah gabung sama komunitas yang ada di Smule?? "
Ya gak harus, sih. Ini opsional aja. Tapi meski begitu, ini adalah salah satu cara ampuh nan mujarab biar kamu bisa dapet banyak follower dalam waktu (yang nyaris) sekejap.
Dengan bergabung pada suatu komunitas, kan kamu bakal cepet dapet teman dan kenalan tuh. Nah, prinsip ini juga berlaku pada komunitas yang banyak tersebar di Smule. Komunitas ini pun beragam, mulai dari yang nasional sampai yang internasional. Dicoba ajalah. Gak ada ruginya juga kan kamu ikut suatu komunitas? Siapa tahu nemu jodoh juga. Mantab.
Sudah, kan? Jelas kan tips dari mbah di atas? " Jelas, mbah! Waduh ini follower aku langsung melejit jit jit jit! " (source: pengalaman dan observasi)
FYI, blog ini dibuat di tahun 2016 dan untuk masalah nama blog, saya terinspirasi dari sebuah judul film Alfred Hitchcock yang berjudul 'Dial M for Murder'. Hihi, menurut saya judul film karya Hitchcock yang satu ini memang unik dan keren. Dari situ akhirnya saya memutuskan untuk semacam mem-'pleset'-kan judul tersebut menjadi 'Dial K for Karin'. 'Karin' sendiri adalah nama panggilan saya. Jadi, saya berharap dengan memakai nama ini sebagai nama blog, maka blog ini dapat menjadi cerminan diri saya terhadap khalayak dunia (ntab).
Di beberapa postingan, saya juga mengawali bagian greeting dengan tambahan sebutan 'Dialers'. 'Dialers' pada dasarnya adalah para pembaca blog ini. Alasan mengapa saya menamai para pembaca dengan sebutan tersebut ialah: pertama, Ia cocok dengan nama blog ini dan kedua, Ia merupakan bentuk apresiasi pada para pembaca yang selalu menjadi motivasi utama saya dalam menulis (dialers=pemanggil).
Nah, di sini, saya mengelompokkan postingan-postingan saya ke dalam empat kategori berbeda yang memiliki pesona (ceilahh) dan taraf ke-khayal-an nya masing-masing. Walaupun begitu, saya bisa memastikan satu hal: semua postingan yang ada di blog ini pasti dilandasi dengan rasa cinta dan ketulusan yang berlimpah dari saya.
So, here are the categories, #SokTahu : kategori hitz yang berisi kumpulan tips, trik dan informasi kekinian yang wajib untuk kalian ketahui #Entertainment : kategori yang berhubungan dengan kelompok postingan berbau hiburan dan seni. Kategori ini memiliki dua sub kategori yakni, #MovieReview dan #BedahLirik #IntroverTime : kategori yang mewadahi unek-unek dan hal-hal yang berhubungan dengan kehidupan ala seorang Introvert. Kategori ini memiliki satu sub kategori yakni, #INTJRevelation. Di #INTJRevelation, saya akan mengupas rahasia-rahasia yang ada di benak seorang INTJ secara tuntas, lugas, dan mendalam (lol)
#RandomThoughts : dari namanya aja udah kelihatan ya kalau kategori ini murni tentang opini-opini dan pemikiran saya soal apapun. Selama hal itu berseliweran di kepala saya dan saya punya niatan untuk menuliskannya di blog, pasti postingan itu akan berakhir di kategori ini.
Oke! Itu tadi penjelasan singkat mengenai isi blog ini dan kalau kalian punya pertanyaan, pernyataan atau permintaan bisa langsung saja comment di bawah ini!
Kemarin siang, saya melakukan sebuah kegiatan yang dulu selalu saya lakukan namun kini sudah jarang saya lakukan: menonton TV. Then I was channel-surfing, and I ended up watching one of my favorite TV series, Lie to Me (season 2), for about 30 minutes.
Setelah itu saya gabut.
Awalnya mau tidur siang untuk menebus jam tidur malam saya yang 'pretty muchmessed up', tapi hati saya malah berkata: kenapa gak nonton film aja?
Dari situ, saya yang khilaf akhirnya beranjak ke fitur menu HBO On-Demand dan jeng jeng, saya tertarik dengan satu film yang sampulnya menampilkan wajah Seth Rogen dan Zac Efron secara bersamaan. It somehow looks freaking awesome and I decided to watch it right away.
Sutradara: Nicholas Stoller
Penulis: Andrew J. Cohen, Brendan O'Brien
Aktor/Aktris: Seth Rogen, Rose Byrne, Zac Efron, Dave Franco
Genre: Komedi
Durasi: 1 jam 37 menit
Produksi: Universal Pictures
Situs Resmi: Neighbors-movie.com
MPAA Rating: R
Ceritanya ada sepasang suami istri bernama Mac dan Kelly Radner (Seth Rogen dan Rose Byrne) yang baru saja dikaruniai seorang anak bayi. Setelah memiliki bayi, mereka sebenarnya sering rindu akan masa muda mereka yang seru nan bebas. Namun begitu, mereka masih 'lumayan bisa' mengontrol kerinduan mereka. Hingga satu waktu, ada tetangga baru yang pindah ke sebelah rumah mereka.
Nah, masalahnya, tetangga baru mereka itu ternyata adalah sekelompok anak fraternitas yang kebetulan diketuai oleh seorang mahasiswa tingkat akhir yang bernama Teddy Sanders (Zac Efron). Seperti tipikal anak kelompok fraternitas biasanya, mereka hobi banget party dan melakukan hal-hal yang sifatnya pun 'liar'. Takut hal itu akan mengganggu kehidupan mereka dan bayi mereka, pasangan suami istri Radner pun mencoba berbagai cara untuk menyingkirkan para anak muda ini dari lingkungan mereka.
Ulasan Film
Setiap kali menonton film yang ber-genre komedi, saya selalu mengawalinya dengan ekspektasi menonton yang rendah. Lho? Kenapa? Alasannya sederhana saja: ya biar ntar kalau filmnya kurang lucu ya saya gak kecewa-kecewa amat. Hal ini pun saya terapkan pada film ini dan untungnya, film ini ternyata gak garing-garing amat, kok.
Mulai dari segi tema, film ini sukses mengangkat tema yang dekat dengan kehidupan sehari-hari penonton, yakni mengenai isu 'tetangga'. Tetangga memang bisa menjadi sumber masalah atau bahkan bisa juga menjadi sumber berkah bagi kita. Seperti kata pepatah dari Cina: a good neighbor is a found treasure. Dan di film ini, hal itu terpancar sekali melalui sudut pandang pasangan Radner yang sukses juga membuat saya ikut 'geregetan' melihat kelakuan para anggota fraternitas yang begitu 'live for the moment'.
ekspresi pasangan Radner saat melihat Teddy Sanders pertama kali (image source)
Selain mengangkat isu soal 'tetangga', 'Neighbors' juga mengangkat dua hal lain yang menurut saya bisa menjadi poin tambahan lain dari film ini. Dua hal tersebut adalah mengenai 'adulthood ' dan 'brotherhood '. Poin 'adulthood ' dapat dilihat melalui penggambaran kehidupan pasangan muda Radner yang melukiskan proses transisi dari 'kebebasan' menjadi 'kedewasaan'. Sedangkan poin 'brotherhood ' bisa kita dapat dari suka-duka Teddy Sanders and the gank dalam menjalani kehidupan ala kelompok persaudaraan.
Komedi yang dibawakan di film ini pun bisa dibilang ringan dan mudah dimengerti. Satu-satunya kekurangan dari film ini adalah ada beberapa humor yang miss dan saya rasa Stoller tentu masih bisa lebih 'memperdalam' dan 'memperkaya' humor yang ada di film ini.
Kalau bicara masalah akting, disini saya terpukau pada akting Rose Byrne yang menurut saya begitu fresh dan hebatnya, mampu mengimbangi Seth Rogen yang notabene adalah seorang aktor komedi kawakan. Byrne akhir-akhir ini memang menyuguhkan actingrange yang luas dan versatile, contohnya di X-men: Apocalypse (2016) dan Spy (2015). Selain Byrne, saya juga tertarik dengan akting Zac Efron yang berhasil menyuguhkan 'wibawa ala seorang presiden fraternitas' yang 'nakal' tapi juga 'memiliki rasa solidaritas yang sangat tinggi'. Ya, saya rasa semakin kesini, Efron sudah semakin mahir memudarkan imej 'Disney' yang begitu melekat pada dirinya.
Momen favorit saya adalah saat Teddy dan Pete (Dave Franco) berbaikan dengan saling berbalas kalimat berima. Hihi, menurut saya adegan ini bisa dibilang unik dan kreatif.
Saya juga lumayan tersentuh saat Teddy menyuruh Pete dan kawan-kawannya untuk kabur dan membiarkan Teddy menghadapi polisi sendirian. Ya, sebagai ketua fraternitas, Teddy merasa bertanggung jawab atas semua hal yang telah terjadi. Dia pun tidak mau kalau Pete, si wakil presiden fraternitas yang tergolong mahasiswa pintar sekaligus sahabat baiknya, jadi ikut terlibat dalam masalah yang tengah terjadi (That strong bromance feeling, man!). Saat itu pun Pete sempat menolak, namun Teddy justru bilang begini,
cuplikan adegan favorit #2, no homo lho ini (image source)
Teddy Sanders: You could be the president of the United Nations. Pete: The UN doesn't have a president... Teddy Sanders: See, that's what I mean, you know sh*t like that.
Wuhuu, I guess that's all. Overall, saya kasih nilai film ini 7,5/10.
(Kalau kalian penasaran dan ingin tahu penjelasan lengkap mengenai tes MBTI versi Wikipedia, kalian bisa klik di sini. Sedangkan untuk penjelasan lengkap mengenai INTJ versi Wikipedia, kalian bisa klik di sini) Jadi ceritanya kemarin saya tidak bisa tidur dan terjaga hingga pukul dua pagi. I can directly tell you that I totally hate it. Kenapa? Karena sebagai seorang manusia yang memiliki trait 'T' (Thinking) , tidak-bisa-tidur itu hasilnya sama dengan otak-akan-bekerja-semakin-keras-dari-biasanya. Saat tidak bisa tidur, otak saya terus-menerus menghasilkan gambaran-gambaran dan rencana-rencana yang bahkan sebenarnya sering tidak masuk akal. Sebagai seorang pemikir, jujur saja, di malam hari, ide yang sulit didapat di siang hari justru bertaburan dimana-mana bak hamparan meses di atas kue terang bulan (nah lho, laper kan ente). Namun begitu, ide-ide ini mayoritas jadi tidak tersalurkan karena terganjal faktor fisik yang sudah kelelahan.
Akhirnya apa yang terjadi? Ujung-ujungnya saya hanya bisa merenung sambil memandangi kotak-kotak asbes. Saya jadi sedikit emosional. Sekalipun begitu, jangan kira saya bakal langsung menangis semalaman hingga kedua kantung mata saya menjadi segede-gede bola tenis. Saya orangnya jarang menangis. Saya hanya menangis ketika saya mendapatkan masalah yang solusinya out of logic. Saya hanya menangis ketika saya mendapatkan masalah yang mengharuskan saya menggunakan 'hati' untuk memecahkannya. Nah, dalam kesempatan kali ini, saya akan membongkar beberapa rahasia kecil lain tentang apa sih yang dipikirkan dan dilakukan oleh seorang INTJ ketika doi merasa emosional. Berikut poin-poinnya,
Yang Dipikirkan
1.Being Emotional is Somehow Embarassing, Therefore We Rarely Show It Off Saat merasa emosional, seorang INTJ JELAS tidak akan langsung menampakkannya di depan orang lain. Kenapa? Pertama, we surely have serious trust issues dan kedua, menjadi emosional itu menurut kami bukanlah sesuatu yang bisa dibanggakan.
Sebagai seorang perfeksionis, menjadi emosional itu sebenarnya kami anggap sebagai suatu bentuk 'kegagalan'. Dan seperti manusia normal lainnya, kami menganggap bahwa 'kegagalan' itu adalah suatu hal yang 'memalukan'. Maka dari itu, kami akan berusaha keras untuk selalu menutupi 'kegagalan' tersebut. Terdengar berlebihan? Mungkin. Namun bagi saya pribadi, fakta ini memang benar.
As an introvert, INTJs also truly believe in the power of having 'layers' (in terms of showing who they are). Iya, Introvert itu ibarat bawang merah yang punya banyak 'lapisan'. Gak sembarang orang lho yang beruntung dapat melihat sisi emosional seorang Introvert (apalagi seorang INTJ). Ini karena bagi para Introvert, memperlihatkan sisi emosional mereka itu sifatnya super duper sakral. Mungkin hanya kalangan orang-orang sakti saja yang dapat melihatnya (wkwk enggak, ding. Yang barusan itu lebay). 2.Being Emotional is Considered as a Waste of Time. Yet, We still need it
Saya menganggap menjadi emosional itu nyaris tidak ada untungnya. Satu-satunya keuntungan yang bisa didapat dari menjadi emosional ialah kita bisa melaksanakan nature kita sebagai manusia. Iya, tentu saja menjadi emosional adalah bagian dari kegiatan yang 'memanusiakan' kita. Bagaimanapun, saya tidak setuju kalau kita menggunakan pernyataan tadi sebagai alasan untuk selalu bertindak secara emosional.
Yang Dilakukan
1. Mengungkapkan Rasa Emosional pada/Melalui Media Tertentu Seorang INTJ pasti memiliki sebuah media yang sifatnya privat dan personal guna menyalurkan rasa emosional mereka yang begitu 'menyiksa'. Media itu bisa berupa hobi, meditasi, atau bagi saya, media itu berupa apa yang selalu disebut sebagai 'bunga tidur' alias 'mimpi'. Alam bawah sadar saya cukup sering secara 'licik' mencekoki saya dengan mimpi-mimpi emosional yang simbolis.
Contohnya nih ya, saya sudah berkali-kali bermimpi berteriak pada seseorang (sebut saja si 'dia') yang notabene adalah orang yang sudah membuat saya trauma akan banyak hal dan terus terang saja, saya sudah cukup lama tidak bertemu dengan 'dia'. Di dalam mimpi itu, saya meneriakkan seluruh keluh kesah yang tidak bisa saya sampaikan di kehidupan nyata akannya, tepat di depannya. Namun begitu, selalu ada 'penghalang' yang membatasi kami di setiap mimpi seperti dinding kaca, para sahabatnya, atau saya tiba-tiba kehilangan suara saya di tengah percakapan. Respon dari 'dia' pun selalu sama, dia hanya diam dan menangis. Anehnya, respon ini begitu berlawanan dengan kepribadian aslinya yang selalu marah-marah dan mengutuk. Ya, saya rasa sederhana saja. Ini adalah refleksi dari keinginan diri dan emosi saya sebagai seorang INTJ yang sangat sulit untuk saya ungkapkan pada realita. Alhasil, semuanya pun jadi tercermin di dalam mimpi, deh. Bagaimanapun itu, terbangun dari mimpi macam ini selalu berhasil membuat saya sakit kepala. Menyebalkan deh pokoknya. 2. Belajar Dari Rasa Emosional Tersebut
I know it sounds pretty clichebut this is simply what we do after having an emotional wreck.
Nah, kesimpulannya, saya hanya mau klarifikasi saja bahwa se- 'kaku' apapun dan se- 'robot' apapun seorang INTJ, dia tetap seorang manusia yang bisa merasa, kok. Hanya saja, level dan frekuensi nya bisa dibilang jauh lebih rendah dari mereka yang memilik trait 'F' (Feeling). Kami merasa ketika kami perlu untuk merasa. So, don't get us wrong because Socrates said, " A system of morality which is based on relative emotional values is a mere illusion, a thoroughly vulgar conception which has nothing sound in it and nothing true. "