Showing posts with label #Entertainment. Show all posts
Showing posts with label #Entertainment. Show all posts

Friday, February 3, 2017

#BedahLirik: Green Eyes (Coldplay)

Oke, sekali lagi harus saya akui kalau bicara masalah selera musik, saya tergolong yang secara konsisten selalu bergerak mundur (in terms of time) (pertanda orang yang susah move on wkwk). Kalau boleh jujur, saya jarang sekali tertarik dengan lagu-lagu generasi Z yang dipenuhi musik bergenre EDM dan sebangsanya. Dan bagi saya, kalau disuruh untuk memilih era kejayaan musik secara personal, saya tentu tanpa pikir panjang akan memilih era early 90s hingga early millenium. Entah mengapa, menurut saya, banyak lagu dari era tersebut yang mempunyai spirit yang muda namun tak bernada urakan alias sarat akan makna. Contohnya, di Indonesia ada Sheila On 7 hingga di Inggris terdapat Oasis dan Radiohead.

Hal ini tentu tidak sama dengan mayoritas lagu yang diproduksi dalam kurun waktu lima tahun terakhir, yang mana cenderung mengangkat lirik dengan rangkaian kata kotor hanya agar terlihat keren dan kekinian belaka. Sudah begitu, kebanyakan melodinya bagi saya terdengar palsu, karena pada umumnya mengandalkan tambahan bantuan efek suara yang berlapis-lapis jumlahnya. Alhasil, lagu-lagu tersebut tidak bisa abadi dan amat mudah terlupakan setelah muncul lagu-lagu baru berjenis sama di pasaran.

Di sinilah mengapa saya bertahan dengan musik-musik lawas. Sebab, dengan segala kesederhanaannya, mereka tetap mampu bertahan di hati para penikmatnya dan tak lekang digerus oleh derasnya sang arus perubahan.

image source

By the way
, saya selalu menggemari lagu-lagu alternatif — atau lebih spesifiknya — musik alternatif yang berbau britpop — tak terkecuali pada musik sekaliber Coldplay yang hanya dengan sekali mendengarkan lagu-lagunya saja saya akan langsung terbuai. Dan seperti yang sudah saya katakan sebelumnya, karena saya suka lagu lawas, maka saya lebih cenderung menyukai lagu-lagu Coldplay keluaran lama, yakni yang dimulai dari EP "The Blue Room" hingga album "X&Y" saja. Di album "Viva La Vida" pun saya hanya menyukai dua buah lagu, yaitu '42' dan 'Lost!'.

Namun pada kesempatan kali ini, saya ingin fokus membahas sebuah lagu berbau serenade yang diciptakan Coldplay pada album "A Rush of Blood to the Head ". Lagu berdurasi 3 menit 43 detik itu pun diberi judul 'Green Eyes'. Hihi, barangkali bagi masyarakat Indonesia, sekalinya mendengar frasa bernada green eyes, yang langsung terbesit di pikiran mereka ialah sosok seseorang yang materialistis (mata ijo = mata duitan lol). Padahal bagi saya, ketika mendengar frasa green eyes, saya akan seketika teringat dengan sebuah lagu easy-listening yang ditelurkan oleh Coldplay pada tahun 2002 tersebut.

image source

Meski di sepanjang lagu Ia hanya mengandalkan permainan gitar akustik sederhana, namun justru di situlah daya tarik utamanya. Kekuatan lagu ini terletak pada barisan liriknya yang jujur nan tulus, yang mana merupakan alasan kenapa lagu ini dapat menggoreskan kesan cukup mendalam pada sanubari kecil saya.

Lucunya, lagu ini bukanlah lagu yang langsung saya gemari setelah mendengarkannya untuk pertama kalinya. Butuh waktu yang cukup lama bagi saya untuk menyadari bahwa lagu ini begitu hopelessly romantic and simultaneously beautiful in its own way. Saya pun tidak sendiri dalam menilai bahwa lagu ini pantas disebut sebagai salah satu lagu kebanggaan Coldplay. Faktanya, lagu ini masuk pada pada jajaran lagu terbaik Coldplay sepanjang masa versi para kritikus via Billboard.

Tak hanya itu, lagu ini pun sampai dinyanyikan ulang oleh musisi country asal Amerika, Aubrie Sellers, dengan model aransemen yang lebih smoky namun tetap menawan hati. 'Green Eyes' juga dipercaya untuk dilantunkan pada acara pernikahan pasangan desainer Katy dan Phil hingga menjadi lagu dansa pertama pada pernikahan mereka, lho (#UhhSoSweet!).

Jadi, se-romantis apa sih lirik dari lagu Coldplay yang satu ini? Yuk langsung saja kita simak,

Lirik

Honey you are a rock
Upon which I stand
And I come here to talk
I hope you understand

The green eyes, yeah the spotlight, shines upon you
And how could, anybody, deny you
I came here with a load
And it feels so much lighter now I met you
And honey you should know
That I could never go on without you
Green eyes

Honey you are the sea
Upon which I float
And I came here to talk
I think you should know

The green eyes, you're the one that I wanted to find
And anyone who tried to deny you, must be out of their mind
Because I came here with a load
And it feels so much lighter since I met you
Honey you should know
That I could never go on without you
Green eyes, green eyes
Oh oh oh oh [x4]

Honey you are a rock
Upon which I stand

Terjemahan Lirik (Rough Translation)

Sayangku, kau adalah batu
Yang menjadi tumpuanku untuk berdiri
Dan aku datang kemari untuk bicara
Semoga engkau mau mengerti

Mata yang hijau itu, ya sorot cahayanya, menyinarimu
Dan bagaimana bisa, ada seseorang, yang mampu menolak pesonamu
Aku datang kemari dengan setumpuk beban kehidupan
Dan kini beban itu terasa jauh lebih ringan, setelah ku bertemu denganmu
Dan sayangku, kau harus tahu
Bahwa aku tak akan bisa terus bertahan, tanpa keberadaanmu
Mata yang hijau itu

Sayangku, kau adalah lautan
Yang menjadi tempatku mengapung
Dan aku datang kemari untuk bicara
Kurasa engkau harus tahu (memahaminya)

Mata yang hijau itu, engkaulah yang telah kucari selama ini
Dan siapapun, yang mampu mencoba menolak pesonamu, pastilah tak waras adanya
Karena aku datang kemari dengan setumpuk beban kehidupan
Dan sayangku, kau harus tahu
Bahwa aku tak akan bisa terus bertahan, tanpa keberadaanmu
Mata yang hijau itu, mata yang hijau itu
Oh oh oh oh [x4]

Sayangku, kau adalah batu
Yang menjadi tumpuanku untuk berdiri

Makna lagu

Pada dasarnya, menurut yang dilansir oleh Rolling Stone, lagu ini ditulis sebagai bentuk tribute dari Coldplay pada Johnny Cash yang sebenarnya hendak berduet dengan Coldplay namun tak terlaksana karena beliau terlanjur menghadap pada Yang Kuasa. Selain itu, apabila ditinjau dari judulnya, lagu ini nampaknya juga ditujukan dan diciptakan untuk kekasih yang dicintai oleh sang penulis.

Yang membuat lagu ini berbeda dari serenade pada umumnya ialah rasa otentik liriknya — in other words, yakni kemurnian cinta yang ditumpahkan oleh sang penulis lagu di dalam lagunya. Sang penulis faktanya tanpa basa-basi menyatakan kekagumannya akan sang kekasih. Bukan pada kemolekan tubuhnya atau pun kecantikan paras wajahnya, melainkan hanya pada warna matanya yang hijau nan jernih. Ini menandakan bahwa sang penulis lagu benar-benar mencintai sang kekasih secara apa adanya, sebab kala memikirkan sang kekasih, Ia hanya terpikir akan kesejukan mata sang kekasih, bukan yang lainnya.

image source

Lagu ini pun saya rasa dibuat oleh sang penulis untuk meyakinkan kekasihnya agar Ia tak meragukan dirinya sendiri. Kemungkinannya sih, sang kekasih memang sedang dalam keadaan ingin putus karena merasa dirinya 'kurang pantas' untuk si penulis. Padahal sebaliknya, si penulis justru menganggap kekasihnya tersebut sebagai pijakan utama hidupnya agar Ia tetap bisa berdiri tegak dan tak tenggelam ke dasar palung penderitaan. Bahkan, sang penulis sampai dua kali menyebutkan kalimat 'and I come here to talk' , yang mana berarti sang penulis tak henti-hentinya berusaha guna membuat sang kekasih sadar akan keistimewaan yang dipunyainya.

Hal ini pun persis didukung oleh perspektif berikut ini: green eyes pada dasarnya merupakan jenis warna mata yang lebih langka ketimbang warna mata lainnya seperti coklat, biru, maupun hitam. Sehingga, dapat ditarik kesimpulan bahwa lagu ini memiliki referensi akan sosok kekasih sang penulis yang memiliki suatu keunikan yang tak didapat pada orang lain. Bahkan, penggalan lirik 'And anyone who tried to deny you, must be out of their mind' pun menegaskan bahwa menurut sang penulis, siapapun yang tidak menerima keberadaan kekasihnya karena kekasihnya 'berbeda' tentulah akan merugi dibuatnya. Oh iya, perspektif ini saya temukan pada kolom komentar halaman lirik lagu 'Green Eyes' pada situs Songfacts. Komentar tersebut ditulis oleh seseorang yang bernama  Elizabeth. I may not know her, but I can't agree more with her perspective. Nevertheless, it is such a wonderful interpretation, isn't it?

Selebihnya, menurut saya, lagu ini merupakan perwujudan rasa syukur dan rasa terima kasih sang penulis terhadap keberadaan kekasihnya di dunia ini. Pasalnya, setelah Ia bertemu dengan sang kekasih, segala beban hidup dan bayang-bayang permasalahan seakan runtuh dan perlahan memudar. Dan sebaliknya, apabila sang kekasih nantinya pergi meninggalkannya, besar kemungkinan Ia tak akan bisa meneruskan hidupnya sebaik seperti saat Ia masih bersamanya.

image source

Well, saya bukanlah seseorang yang memiliki manik mata berwarna hijau. Akan tetapi, saya dijamin akan tetap melting bila ada seseorang yang menyanyikan lagu ini untuk saya (uhuk, #kode keras).

Oleh karena itu, bukanlah suatu hal yang mengejutkan bahwa pada kesempatan konser tur "A Head Full of Dreams" di St. Louis, masih ada saja audiens yang meminta agar lagu ini dinyanyikan oleh Chris Martin. Akhirnya, Chris pun menyanyikan lagu ini setelah bertahun-tahun tak melantunkannya secara live di depan para fans. Mengetahui kenyataan indah sekaligus pahit tersebut, dalam hati saya hanya bisa berkata: Oh, I really wish I was there listening to that miracle :(

Alright, rampung sudah sesi #BedahLirik lagu 'Green Eyes' ala Coldplay yang memang mantap jiwa ini. Pokoknya, bagi kalian yang sedang merencanakan untuk rekonsiliasi bersama pacar kalian yang lagi ngambek atau hendak menembak gebetan, lagu ini akan menjadi pilihan yang paling tepat nan paling sempurna. Akhir kata, sampai jumpa di sesi #BedahLirik yang berikutnya!



*Ini audio version dari lagu ini di Youtube, folks. Selamat mendengarkan!



*Oh yea, and this is me trying to cover this song on Smule :) Feel free to check 'em out! ⟶ https://www.smule.com/recording/coldplay-green-eyes-instrumental/926014419_989665284

Referensi

http://www.azlyrics.com/c/coldplay.html
http://www.billboard.com/articles/columns/rock/7542025/coldplay-songs-top-hits
http://www.rollingstone.com/country/news/see-aubrie-sellers-cover-coldplays-green-eyes-w462051
http://styleblueprint.com/charlotte/everyday/carolina-wedding-riverwood-manor/
http://www.speakersincode.com/2016/07/concert-review-photos-coldplay-at.html
http://www.songfacts.com/detail.php?lyrics=3281
Share:

Monday, July 11, 2016

#BedahLirik: Uno (Muse)

Oke, bisakah kita memulai postingan kali ini dengan ekspresi ' Oh my God ' ?

Oke, boleh ya? Baiklah saya buka postingan ini sekarang,

Oh, my God.

Jadi sebenarnya, saya sekarang sedang menyukai (baca: tergila-gila) pada lagu Muse yang berjudul 'Uno'. Hihi, persis seperti nama sebuah permainan kartu, ya? However, I can strongly assure you that this song has nothing to do with that game (lol) .

Well, lagu Muse mana sih yang enggak brilian dan enggak bikin eargasm? Jawabannya adalah: tidak ada! Dan untuk lagu 'Uno' , meski sudah dirilis sejak Juni 1999 , lagu ini tetap tidak pernah gagal membuat saya angguk-angguk kepala di setiap kali saya mendengarkannya.

image source
Ya, jujur saja nih, saat pertama kali mendengarkan lagu ini, saya merasa kalau lagu ini semacam memiliki irama yang aneh. Tapi setelah didengarkan berkali-kali, eh ternyata iramanya nyantol juga di telinga.

Usut punya usut, bagian bass yang dimainkan oleh Chris ini identik dengan bagian bass sebuah lagu berjudul 'Conquest' dari Patti Page. Melodi gitar lagu ini pun juga, hm, aduhai sekali. Selain itu, saya baru tahu juga dari Wikipedia kalau pada album Showbiz (album dari lagu ini) , amplifier gitar yang dipakai selama rekaman semacam 'blew up' alias tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Namun uniknya, justru hal itu menimbulkan distorsi yang apik pada lagu-lagu di dalam album debut dari Muse ini.

Dan ya, saya tahu kalau saya terbilang 'terlambat' menyukai lagu yang satu ini karena waktu tahun 1999, saya masih baru saja berumur dua tahun. Boro-boro ngedengerin Muse, buat mendengarkan omongan emak bapak saya aja saya masih kagok (ehe).

Oke, tanpa menunggu lama lagi, yuk kita selidiki lagu epik Muse yang satu ini,

Lirik

This means nothing to me
'Cause you are nothing to me
And it means nothing to me
That you blew this away

'Cause you could have been number one
If you only found the time
And you could have ruled the whole world
If you had the chance

* You could have been number one
   And you could have ruled the whole world
   And we could have had so much fun
   But you blew it away

You're still nothing to me
And this is nothing to me
And you don't know what you've done
But I'll give you a clue

You could have been number one
If you only had the chance
And you could have ruled the whole world
If you had the time

(Back to * 2x )

Terjemahan Lirik (Rough Translation)
Ini tidak berarti apa-apa untukku
Karena kamu bukan siapa-siapa bagiku
Dan ini tidak masalah bagiku
Meski kamu telah menyia-nyiakan semuanya

Karena kamu seharusnya bisa menjadi yang nomor satu (di hatiku)
Andai kamu datang di waktu yang tepat
Dan kamu bisa saja memiliki seisi dunia
Jika kamu memang memiliki kesempatan itu

* Kamu seharusnya bisa menjadi yang nomor satu (di hatiku)
   Dan kamu seharusnya bisa memiliki seisi dunia
   Dan kita seharusnya bisa bahagia bersama-sama
   Tapi kamu telah menyia-nyiakan semuanya

Kamu masih bukan siapa-siapa bagiku
Dan ini masih bukan apa-apa untukku
Dan kamu tidak sadar akan apa yang telah kamu perbuat
Tapi akan kuberi tahukan kepadamu

Kamu seharusnya bisa menjadi yang nomor satu (di hatiku)
Jika kamu memang memiliki kesempatan itu
Dan kamu bisa saja memiliki seisi dunia ini
Andaikan kamu memiliki waktu

(Kembali ke * 2x )

Makna Lagu
Menilik dari judulnya, lagu ini diambil dari kata 'Uno' yang memiliki arti 'satu' atau angka satu dalam bahasa Spanyol. Hal ini lantas langsung mengindikasikan bahwa lagu ini diciptakan akibat keberadaan sebuah objek yang sempat mengisi kehidupan si penulis lagu. Objek tersebut pun dapat diinterpretasikan sebagai seseorang yang begitu dicintai hingga dianggap sebagai 'seseorang yang nomor satu' dalam kehidupan sang penulis. Namun begitu, sayang, si objek ini justru memandang sebelah mata cinta yang dimiliki oleh sang penulis tersebut.

image source
Kabarnya sih, ini lagu memang menceritakan tentang mantan kekasih dari si Matt Bellamy. Namun begitu, seperti yang dikutip dari MuseWiki, Matt juga berkata bahwa lagu ini punya makna lain selain tentang kisah percintaan yang kandas. Matt berkata kalau lagu ini juga memiliki makna tentang 'breaking out' alias semacam 'melakukan sebuah gebrakan'. Matt kembali menambahkan bahwa lagu ini merupakan cerminan dari hasrat seseorang untuk melaksanakan keinginan terdalamya.

Matt berharap dengan mendengarkan lagu ini, kita justru menjadi makhluk Tuhan yang move on dari segala masalah di masa lalu. Ini diperkuat dengan banyaknya pengulangan kalimat 'you're nothing to me', yang mana menunjukkan bahwa walau sempat tersakiti oleh sang mantan, Matt tetap bisa berjuang untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi dari sebelumnya. Jadi, daripada kita terus-terusan berandai-andai akan skenario yang terjadi di masa lalu, Matt berpikir bahwa lebih baik kita 'carry on with what we're doing'.


Oke, selesai sesi #BedahLirik kali ini bersama lagu ciamik karya Muse yang berjudul 'Uno'. Saya sangat merekomendasikan lagu ini pada kalian wahai para pecinta musik alternative rock. Rugi deh pokoknya kalau kalian tidak mendengarkan lagu yang satu ini. Akhir kata, sampai jumpa di sesi #BedahLirik yang berikutnya!

*nih video klip asli lagunya, so happy baper... eh salah! Happy buffering!



Share:

Thursday, June 16, 2016

6 Film yang Mengusung Tema Persahabatan


" Persahabatan bagai kepompong
mengubah ulat menjadi kupu-kupu
persahabatan bagai kepompong
hal yang tak mudah berubah jadi indah "


Hi, Dialers!

Hihihi, kalian pasti familiar kan dengan penggalan lirik di atas? Yup, benar sekali. Penggalan lirik di atas merupakan lirik dari lagu berjudul 'Kepompong' yang dibawakan oleh Sindentosca. Ngaku deh, setiap kali lagu ini diputar, di kepala kalian pasti langsung muncul wajah para sahabat kalian yang terkadang menyebalkan, namun sekaligus ngangenin, iya kan iya kan?


Yang namanya sahabat itu memang selalu membawa cerita pada hidup kita yang singkat ini. Bersama sahabat, kita jatuh, bangkit, dan melangkah bersama serta saling bahu-membahu untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya.

Nah, pada kesempatan kali ini, saya akan membahas tentang 6 film yang mengusung tema persahabatan nih, guys. Biar lebih gampang, saya mengelompokkan keenam film ini menjadi tiga bagian, yakni persahabatan antar cowok, persahabatan antar cewek, dan persahabatan antar cowok-cewek. Bukannya apa-apa, justru dengan memberi label seperti ini, saya ingin membuktikan bahwa persahabatan itu tidak mengenal batas gender (ya meski kebanyakan memang persahabatan antar cowok-cewek itu jarang berhasil but hey, it may still miraculously happen).

Persahabatan Antar Cowok

1.    The Boy in Striped Pyjamas (2008)


image source
We're not supposed to be friends, you and me. We're meant to be enemies. Did you know that?

Film yang diadaptasi dari novel berjudul sama ini berkisah tentang seorang anak kolonel tentara Nazi yang bersahabat dengan seorang anak keturunan Yahudi. Sudut pandangnya pun berfokus pada sudut pandang ala seorang anak umur delapan tahun yang notabene begitu pure tanpa ada unsur politik sedikit pun di dalamnya.

Berlatar belakang pada tahun 1930an, film ini akan membawa kalian semua pada suasana perang dunia ke II yang kejam dan potret kamp konsentrasi yang keji. Sekalipun begitu, kalian tetap akan disuguhi kisah persahabatan yang manis dari kedua bocah yang lugu nan polos ini.




2.    Stand by Me (1986)

image source
I never had any friends later on like the ones I had when I was twelve. Jesus, does anyone?

Diadaptasi dari novel Stephen King yang berjudul 'The Body ', film ini disebut-sebut sebagai salah satu film coming-of-age terbaik yang pernah ada. Ya, film yang satu ini bercerita tentang empat orang sahabat yang suatu hari pergi bersama mencari mayat seorang anak yang hilang. Selama perjalanan pun mereka dihadapkan pada tantangan demi tantangan, namun justru itulah yang membuat perjalanan itu menjadi berharga nan tak terlupakan.

Kalau di film yang sebelumnya merupakan kisah persahabatan antar dua orang anak laki-laki, maka film yang satu ini menampilkan persahabatan solid dari empat orang anak lelaki yang membuat saya iri tidak karuan. Saya pribadi sangat menyukai film ini karena lewat film ini, saya sebagai seorang cewek jadi tahu betapa 'konyol namun serius' -nya persahabatan dari segerombolan kaum adam (ehe).



Persahabatan Antar Cewek

3.    The Sisterhood of the Traveling Pants (2005)

image source
You think a pair of pants that fits all three of you is going to fit... all of this?
Pernahkah terpikir di benak kalian bahwa sepotong celana jins ternyata dapat mempererat suatu tali persahabatan? Ya, pada awalnya saya merasa agak aneh dengan konsep cerita dari film ini. Namun begitu, ternyata saya salah menilai film ini. Justru konsep yang terkesan aneh inilah yang membuat film ini menjadi asyik dan menyenangkan.

Film yang juga diadaptasi dari novel ini sejatinya mengangkat masalah yang biasa terjadi pada kehidupan para remaja cewek, seperti jiwa pemberontak dan krisis percaya diri. Saya jadi bisa bilang kalau film ini memang inspiratif bagi kaum remaja yang sedang getol-getolnya mencari sebuah jati diri. It's really worth your time.




4.    Mean Girls (2004)


image source
On Wednesdays we wear pink!

Yang namanya persahabatan itu kan bisa mengundang suka maupun duka kan, ya? Nah, persis seperti yang ada di film ini, kita akan disuguhi gejolak naik turunnya persahabatan antar cewek ala SMA yang pastinya penuh warna dan full of drama.

Film yang dibintangi aktris-aktris ciamik macam Lindsay Lohan dan Rachel McAdams ini bisa dibilang sangatlah populer di kalangan para cewek. Film ini pun pada dasarnya menceritakan tentang seorang cewek yang akhirnya bergabung dengan sebuah geng populer di sekolahnya guna mencari tahu 'kelemahan' dari geng populer tersebut. Penasaran dengan kelanjutan ceritanya? Monggo, ditonton saja.




Persahabatan Antar Cowok-Cewek

5.    Bridge to Terabithia (2007) 


image source
We rule Terabithia, and nothing crushes us!

Berkisah tentang persahabatan seorang bocah laki-laki dengan seorang siswi yang baru pindah ke sekolahnya, film ini bisa jadi merupakan salah satu film favorit saya sepanjang masa. Poin tambahan yang ditampilkan dari film ini adalah adanya penambahan animasi ala disney yang secara otomatis akan mengaktifkan daya imajinasi milik kita semua.

Kalian semua pun pasti akan merasakan sentuhan nostalgia yang hangat saat melihat Josh Hutcherson dan AnnaSophia Robb kecil saling beradu akting pada film yang istimewa ini. Oh iya, film ini juga menggandeng salah satu aktris kesayangan saya a.k.a Zooey Deschanel, lho.



6.    The Perks of Being a Wallflower (2012)

image source
We accept the love we think we deserve

Siapa bilang seorang introvert tidak bisa memiliki teman-teman yang asyik nan gokil? Film yang satu ini pun membuktikan bahwa stereotype di atas sudah bukan lagi merupakan pernyataan yang valid sifatnya. Yap, film yang satu ini akan membawa kita pada kisah jatuh bangun persahabatan antara seorang wallflower bersama beberapa orang senior di SMA-nya.

Untuk yang kesekian kalinya, Logan Lerman akan kembali memainkan peran sebagai 'anak-sekolahan-yang-ganteng-tapi-cupu'. Namun begitu, saya tetap menyukainya karena Lerman seakan memang 'dilahirkan' untuk menjadi aktor yang semacam itu (ehe) . Film yang diangkat dari novel berjudul sama ini juga menampilkan akting dari Emma Watson dan Ezra Miller yang kesannya 'seger abis'. Kesimpulannya: dijamin nyesel deh pokoknya kalau kalian gak nonton film ini!



Hihi, selesai menulis artikel ini, saya jadi teringat sebuah kalimat yang pernah dilontarkan oleh salah satu tokoh dunia favorit saya, Hellen Keller, yang berbunyi: " Walking with a friend in the dark is better than walking alone in the light. "

So, tunggu apa lagi? Ayo ajak sahabat-sahabat kalian untuk nonton bareng keenam film yang sudah disebutkan di atas! Siapa tahu dengan menonton film-film tersebut, kalian jadi semakin sadar akan arti dari persahabatan yang sesungguhnya sehingga tali persahabatan kalian jadi semakin erat, deh! :)
Share:

Tuesday, June 7, 2016

6 Lagu yang Hukumnya Wajib Diketahui Oleh Para Introvert

Hi, Dialers!

Jujur, sebagai seorang introvert, salah satu kegiatan favorit yang sering saya lakukan di waktu senggang adalah mendengarkan lagu. Bahkan saya rasa, kegiatan menyenangkan yang satu ini tidak hanya digemari oleh para introvert saja, melainkan digemari nyaris oleh semua kalangan.


Ya, mungkin alasan kenapa seorang introvert pada umumnya hobi mendengarkan lagu karena pertama, kegiatan ini tidak mengharuskan mereka untuk berbicara. Kedua, mendengarkan lirik dan menghanyutkan diri ke dalamnya merupakan aktivitas yang sifatnya begitu mengasyikkan dan yang terakhir, sesungguhnya dalam kegiatan ini hanya ada kita dan musik, tanpa ada orang lain yang mengusik, tanpa ada orang lain yang berisik.

Nah, kebetulan, pada kesempatan kali ini, saya ingin berbagi mengenai beberapa referensi lagu yang menurut saya erat kaitannya dengan kehidupan seorang introvert.

Hoho, tanpa menunggu lebih lama lagi, inilah daftarnya,

1.    Me, Myself, and I (G-Eazy feat. Bebe Rexha)

image source
" Oh, it's just me, myself and I
Solo ride until I die
'Cause I got me for life "

" Oh I don't need a hand to hold
Even when the night is cold
I got that fire in my soul "


Single kece yang dibawakan oleh rapper asal Amerika, G-Eazy, ini dirilis pada Oktober 2015 dan tergolong ke dalam genre pop-rap. Tidak tanggung-tanggung, single ini pun sempat menduduki peringkat ke-7 dalam chart US Billboard Hot 100

Single pertama dari album kedua G-Eazy ini memang memiliki beat yang ciamik sehingga saat pertama kali mendengarkannya saja sudah langsung terngiang di kepala. Suara Bebe Rexha yang khas pun semakin menambah warna pada single yang sudah terjual lebih dari satu juta kopi di AS ini.

" And as far as I can see I just need privacy
Plus a whole lot of tree, f*ck all this modesty
I just need space to do me get a world that they're tryna see "

" Yeah, and I don't like talking to strangers
So get the f*ck off me I'm anxious
I'm tryna be cool but I may just go ape sh*t
Say "f*ck y'all" to all of y'all faces "

Selain liriknya yang straightforward, video klip dari lagu ini juga menampilkan hal yang sangat dibenci oleh seorang introvert: kerumunan banyak orang. 

Di video klip ini G-Eazy digambarkan menjadi 'stres berat' karena mendapatkan kejutan ulang tahun yang menghadirkan kerumunan banyak orang di rumahnya. G-Eazy pun akhirnya menghindari orang-orang tadi dengan pergi ke kamar mandi dan berbicara pada 'dirinya sendiri' dengan 'gilanya' di depan kaca. Bagaimana? Apakah kalian pernah mengalami kejadian yang seperti ini juga sebelumnya?



2.    Here (Alessia Cara)

image source
" Oh oh oh here oh oh oh here oh oh oh
I ask myself what am I doing here? "

" Oh oh oh here oh oh oh here
And I can't wait till we can break up outta here "

Single yang dirilis pada April 2015 ini juga memiliki lirik yang 'introvert banget' lho, guys. Kerennya lagi, debut single dari Alessia Cara ini pun sempat berada di peringkat ke-5 chart US Billboard Hot 100. 

" Excuse me if I seem a little unimpressed with this
An anti-social pessimist but usually I don't mess with this
And I know you mean only the best and
Your intentions aren't to bother me
But honestly I'd rather be "

" Somewhere with my people we can kick it and just listen
To some music with the message (like we usually do)
And we'll discuss our big dreams
How we plan to take over the planet
So pardon my manners, I hope you'll understand it "

Saat mendengarkan lagu ini, kalian akan disuguhi alunan musik alternative RnB yang yahud nan cozy. Liriknya pun bercerita tentang seseorang yang terpaksa menghadiri sebuah pesta karena, ya, bagaimana lagi, teman-temannya berada disana dan sebagai bentuk 'formalitas', Ia pun jadi menghadiri pesta tersebut. Sekalipun begitu, di sepanjang lagu ditampilkan lirik yang merupakan 'curhatan' akan bagaimana dia sebenarnya membenci kegiatan yang sifatnya memang sangatlah useless ini. 




3.    Pieces (Sum 41)

image source
If you believe it’s in my soul
I’d say all the words that I know
Just to see if it would show
That I’m trying to let you know
That I’m better off on my own

'Pieces' merupakan lagu pertama yang membuat saya jatuh cinta pada grup band asal Kanada bernama Sum 41 ini. Menurut saya, lagu ini cocok sekali untuk didengarkan waktu sedang turun hujan sembari makan mi kuah instan rasa ayam bawang (eaa). 

Single kedua dari album Sum 41 yang bertajuk Chuck ini sejatinya memiliki nuansa yang mellow dan terkesan 'biru'. Hebatnya, pada tahun perilisannya (2005), lagu ini sempat masuk ke dalam jajaran US Billboard Modern Rock Tracks.

I tried to be perfect
But nothing was worth it
I don’t believe it makes me real
I thought it’d be easy
But no one believes me
I meant all the things I said

This place is so empty
My thoughts are so tempting
I don’t know how it got so bad
Sometimes it’s so crazy
That nothing can save me
But it’s the only thing that I have

Rasa alternative rock yang ditawarkan pada lagu ini terbilang sangat kental. Lagu ini bercerita tentang betapa fana-nya kehidupan yang ada di muka bumi ini. Lagu ini pun seakan menyatakan bahwa there's no such thing as 'perfect life' in this whole filthy world. Hm, saya rasa filosofi macam ini adalah tipikal filosofi yang akan dianut oleh para introvert sekalian, ya. Selain itu, penekanan kalimat 'that I’m better off on my own' di beberapa akhiran lirik semakin menambah citarasa introvert yang tertuang di dalam lagu ini.

Video klip lagu ini pun begitu menyentuh. Diceritakan si vokalis berjalan sendirian menyusuri jalanan yang lengang dan beberapa truk mini dengan kaca transparan pun melewatinya. Masing-masing truk memiliki label seperti "the perfect vacation", "the perfect night", "the perfect family" dan "the perfect body". Pada akhir video, si vokalis akhirnya menaiki salah satu dari truk mini tersebut yang berlabel "the perfect life". Namun tak lama, huruf  'f ' pada kata 'life' terjatuh dan justru mengubah label yang ada menjadi "the perfect lie". Hm, ironis, ya?



4.    Perfect (Simple Plan)

image source
" 'Cause we lost it all
Nothing lasts forever
I'm sorry
I can't be perfect "

" Now it's just too late and
We can't go back
I'm sorry
I can't be perfect "

Dirilis pada Agustus 2003, lagu yang dibawakan oleh grup band asal Kanada, Simple Plan, ini bercerita tentang seorang anak yang merasa gagal menjadi apa yang diinginkan oleh ayahnya. Konon, si anak ini sudah berusaha untuk menjadi yang terbaik tapi tampaknya hal itu tidak pernah cukup di mata sang ayah.

Lagu yang juga sempat nongkrong di US Billboard Hot 100 ini dibalut dalam alunan melodi pop rock ala Simple Plan yang menurut saya begitu manis dan 'tidak akan lekang oleh waktu'. 

" I try not to think
About the pain I feel inside
Did you know you used to be my hero?
All the days you spent with me
Now seem so far away
And it feels like you don't care anymore "

" And now I try hard to make it
I just wanna make you proud
I'm never gonna be good enough for you
I can't stand another fight
And nothing's alright "


Terus apa dong hubungannya sama introvert? Menurut saya, lagu ini memiliki segi introvert yang kuat karena sebagai seorang introvert, kita kerap kali mencoba untuk menjadi 'perfect' di depan orang-orang.

Selain itu, video klip yang ditampilkan dari lagu ini memiliki setting yang begitu dekat dengan para introvert: kamar tidur. Eits, jangan mikir jorok dulu, ya. Di video klip ini ditampilkan beberapa remaja dalam kamar tidur berbeda namun di dalam sana, mereka sama-sama nampak 'frustrasi'. Belum cukup sampai disitu, kita akan semakin dibuat baper oleh efek hujan lebat yang mengguyur para personil band saat mereka memainkan lagu ini. Bagaimana? Sudah siap untuk mendengarkan lagunya?



5.    I'm Just a Kid (Simple Plan)

image source
" I'm just a kid and life is a nightmare
I'm just a kid, I know that it's not fair

Nobody cares, cause I'm alone and the world is

Having more fun than me tonight "

Lagu debut dari Simple Plan yang dirilis pada Februari 2002 ini akan memanjakan telinga kalian dengan hentakan irama pop punk yang aduhai. Sekalipun begitu, di mata saya, lirik yang terkandung dalam lagu ini sebenarnya cukup menyedihkan dan cukup menggambarkan kehidupan dari seorang introvert.

" And maybe when the night is dead,
I'll crawl into my bed
 I'm staring at these 4 walls again
I'll try to think about the last time
I had a good time
Everyone's got somewhere to go "

" What the hell is wrong with me?
What the f*ck is wrong with me?
Don't fit in with anybody
How did this happen to me?
Wide awake I'm bored and I can't fall asleep
And every night is the worst night ever "

Well, as an introvert, I sometimes get upset because I can barely understand the reason why I'm a little bit different from others. Di dalam lagu ini pun terpancar jelas pernyataan yang sama, yang mana menunjukkan bahwa terkadang sebagai seorang introvert, kita kerap kali merasa 'terasingkan'. And you know what? Sometimes, it somehow doesn't feel so fair, persis seperti lirik yang tercantum pada lagu ini. 



6.    Creep (Radiohead)

image source
" But I'm a creep, I'm a weirdo,
What the hell am I doing here?
I don't belong here. "

Last but not least, we've got 'Creep' from a legendary English band named Radiohead. Dirilis pada September 1992, lagu ini mempunyai deretan lirik yang epic dan begitu tulus. Musik yang disuguhkan dalam lagu ini pun begitu easy listening. Meski beberapa orang menganggap kalau lagu ini memiliki kesan yang 'depressing' alias bikin ingin bunuh diri, tapi ternyata lagu ini sukses mendominasi chart Billboard Hot 100 lho, guys. 

I don't care if it hurts,
I want to have control,
I want a perfect body,

I want a perfect soul,
I want you to notice,
When I'm not around,
You're so f*cking special,
I wish I was special.

Sebenarnya lagu ini berkisah tentang seorang laki-laki yang naksir pada seorang perempuan namun Ia tidak memiliki keberanian untuk mengungkapkannya. Dalam liriknya, si laki-laki ini bahkan mengagungkan keberadaan si perempuan tersebut dengan menganggapnya sebagai seorang bidadari yang melayang di dunia surgawi.

Hubungannya dengan introvert? Well, kalimat "I don't belong here " yang tertera pada lirik lagu inilah buktinya. Lirik tersebut tentu dapat mewakili tabiat seorang introvert yang seringkali merasa 'tidak nyaman' berada pada suatu lingkungan tertentu. Tidak heran, lagu ini sering digadang-gadang sebagai 'lagu kebangsaan' dari orang-orang yang berkepribadian introvert. Bagaimana? Apakah kalian setuju?




Nah, itu tadi adalah deretan 6 lagu yang hukumnya wajib diketahui oleh para introvert. Semoga postingan kali ini dapat menambah wawasan musik kalian dan dapat mempersatukan para saudara-saudara introvert sekalian yang ada di luar sana, ya (ehehe).


(source: my own head, az-lyrics and wikipedia)

Share:

Monday, June 6, 2016

5 Film Bertema Sekolah yang Menginspirasi

Hi, Dialers!

Apa yang muncul di benak kamu saat pertama kali mendengar kata 'sekolah' ?

Apakah itu teman-teman yang solid? Pelajaran yang membosankan? Para senior yang selalu sok dan berlaku seenak jidatnya? Atau guru-guru yang killer nan galak?

Hihi, bicara soal sekolah memang tidak ada habisnya. Tempat yang satu ini memang selalu punya kenangan dan cerita tersendiri. No wonder kalau kita selalu senyam-senyum sendiri kala mengingat memori tentangnya.


Bagi yang masih menjalani masa sekolah, berbahagialah. Nikmatilah masa yang menjengkelkan sekaligus menyenangkan itu karena dia tidak akan datang lagi untuk yang kedua kalinya (beneran deh).

Bagi yang sudah tidak lagi berada pada masa sekolah, hayo ngaku, dulu kalian begitu ingin segera cepat dewasa dan meninggalkan bangku sekolah kalian, kan? Eh, tapi ternyata setelah meninggalkan masa sekolah, kalian justru ingin menikmati kembali masa-masa yang begitu berkesan itu. Ironis juga, ya?

Hm, terus kalau sudah begitu bagaimana, dong?

Sudah, daripada galau, mending nonton film aja. Film yang ditonton pun film yang ceritanya masih berhubungan dengan kehidupan persekolahan pastinya, biar bikin kamu jadi semakin baper (hihi). Nih daftar lima film kece bertema sekolah yang bakal bikin kamu terinspirasi plus bikin kamu mengenang kembali masa sekolah kamu yang penuh warna itu,

1.    The Breakfast Club (1985)


image source
We're all pretty bizarre. Some of us are just better at hiding it, that's all.

Film ini menceritakan tentang lima anak SMA yang dikumpulkan bersama dalam perpustakaan sekolah guna menjalani kelas detensi pada hari Sabtu pagi. Latar belakang yang mereka miliki pun berbeda-beda, mulai tukang bikin onar, anak orang kaya, atlet gulat sekolah, nerd hingga si misterius yang tingkahnya bisa dibilang 'aneh banget'. Meski begitu, mereka justru jadi saling 'mengenal dan memperkenalkan diri' mereka masing-masing lewat kelas detensi ini.


This movie is totally 'old but gold'. Bahkan soundtrack-nya yang berjudul 'Don’t you forget about me' dari Simple Minds pun menjadi salah satu simbol ikonik akan era tahun 80an. Sudah begitu, keberadaan karakter-karakter yang 'tulus' dan benar-benar mencerminkan 'kasta' yang terbentuk di kehidupan persekolahan bakal membuat kamu jatuh cinta sejatuh-jatuhnya pada film ini. Wajib ditonton deh pokoknya.

2.    Dead Poets Society (1989)


image source
 Carpe diem, seize the day boys, make your lives extraordinary.

Film ini berkisah mengenai tujuh remaja lelaki yang sama-sama bersekolah di Welton Academy. Welton Academy sendiri merupakan sekolah khusus anak laki-laki yang notabene memiliki sistem yang begitu kolot. Berbagai halangan dan rintangan pun menghadang kehidupan ketujuh remaja laki-laki ini, namun mereka disatukan oleh kehadiran seorang guru bahasa Inggris yang memperkenalkan mereka pada dunia sastra yang luas nan bebas.


Sebagai seorang mahasiswa sastra, saya bersyukur dipertemukan dengan film ini karena film ini banyak mengandung referensi sastra yang dibawakan secara 'ringan dan menyenangkan'. Dengan adanya suguhan akting yang mumpuni dari mendiang Robin William, ditambah lakon Ethan Hawke muda yang begitu simpatik, dijamin akan membuat kamu ber-baper ria di sepanjang menonton film ini. It is indeed a highly recommended movie for everyone.

3.   School of Rock (2003)


(image source)
 I'm a teacher. All I need are minds for molding.

Film yang satu ini akan membuat kamu ketawa-ketiwi karena disini, Jack Black akan berperan sebagai guru honorer palsu yang mengajar musik rock pada anak-anak SD.


Hal favorit yang ditampilkan disini tentunya adalah akting dari Jack Black yang begitu jenaka. Selain itu, kepolosan dan kehebatan anak-anak di film ini dalam bermain musik otomatis akan membuat kamu merasa gemas sekaligus terpana.

4.    Wild Child (2008)


(image source)
What is this place? Hogwarts?
Jadi ceritanya ada seorang remaja perempuan bernama Poppy (Emma Roberts) yang dikirim ke asrama khusus perempuan oleh ayahnya. Ini dikarenakan sang ayah ingin supaya Poppy yang 'tukang pembuat masalah' memiliki etika yang lebih baik nantinya. Things didn't go smooth as hell, though. Poppy bahkan harus berhadapan dengan senior yang menyebalkannya minta ampun. Namun begitu, disana ternyata Ia menemukan beberapa sahabat yang begitu loyal dan lambat laun, Ia pun bisa berubah menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya.


Gara-gara menonton film ini, saya jadi sempat terpikir ingin masuk ke sekolah asrama khusus perempuan (ehehe). Habisnya, disini kehidupan ala asrama digambarkan dalam potret yang begitu menarik hati. Selain menghadirkan kehidupan ala asrama yang dreamy, film ini pun semakin asyik ditonton karena menyuguhkan latar tempat pedesaan Inggris yang hijau nan asri. Penasaran? Buruan deh ditonton filmnya!

5.    3 Idiots (2009)


(image source)
Aal izz well

Film Asia juga gak mau kalah nih, guys. Film asal India yang satu ini menampilkan kisah persahabatan tiga orang mahasiswa teknik yang sama-sama berjuang untuk mencari jati diri mereka masing-masing. Perjuangan mereka pun terbilang tidak mudah karena ketiganya selalu berada di bawah tekanan keadaan sosial dan pimpinan kampus mereka.


Kalau biasanya film India identik dengan tema drama percintaan yang mendayu-dayu, film yang satu ini berbeda, guys. Film ini hukumnya wajib buat kamu tonton karena film ini akan mengubah sedikit/banyak soal perspektif pendidikan yang ada di masyarakat (terutama pada masyarakat Asia). Sekalipun begitu, film ini memiliki alur cerita yang flowing dan adegan-adegan film yang gokil. Kita pun jadi bisa dengan mudah menangkap pesan dari filmnya, deh. Bagaimana? Keren, kan?


Pfuhh, finally. Itulah 5 film bertema sekolah yang bisa jadi sumber inspirasi sekaligus ajang nostalgia buat kamu semuanya.

Kamu punya rekomendasi film bertema sekolah yang lainnya? Silahkan berbagi lewat kolom comment yang ada di bawah ini!
Share:

Friday, June 3, 2016

#MovieReview : Neighbors (2014)

Kemarin siang, saya melakukan sebuah kegiatan yang dulu selalu saya lakukan namun kini sudah jarang saya lakukan: menonton TV. Then I was channel-surfing, and I ended up watching one of my favorite TV series, Lie to Me (season 2), for about 30 minutes

Setelah itu saya gabut. 

Awalnya mau tidur siang untuk menebus jam tidur malam saya yang 'pretty much messed up', tapi hati saya malah berkata: kenapa gak nonton film aja?

Dari situ, saya yang khilaf akhirnya beranjak ke fitur menu HBO On-Demand dan jeng jeng, saya tertarik dengan satu film yang sampulnya menampilkan wajah Seth Rogen dan Zac Efron secara bersamaan. It somehow looks freaking awesome and I decided to watch it right away
penampakan sampul film (image source)

Profil Film
Sutradara: Nicholas Stoller
Penulis: Andrew J. Cohen, Brendan O'Brien
Aktor/Aktris: Seth Rogen, Rose Byrne, Zac Efron, Dave Franco
Genre: Komedi
Durasi: 1 jam 37 menit
Produksi: Universal Pictures
Situs Resmi: Neighbors-movie.com
MPAA Rating: R

Rate:
IMDb:  6.4/10
Rotten Tomatoes: 73%
Metacritic: 68%

Jadwal Tayang:
Rilis Indonesia: Mei-Juni 2014
Rilis Film: 9 Mei 2014

(source)
Sinopsis 

The Radners (image source)
  • Versi Wikipedia: sinopsis
  • Versi saya (simplified version) :
Ceritanya ada sepasang suami istri bernama Mac dan Kelly Radner (Seth Rogen dan Rose Byrne) yang baru saja dikaruniai seorang anak bayi. Setelah memiliki bayi, mereka sebenarnya sering rindu akan masa muda mereka yang seru nan bebas. Namun begitu, mereka masih 'lumayan bisa' mengontrol kerinduan mereka. Hingga satu waktu, ada tetangga baru yang pindah ke sebelah rumah mereka.

Nah, masalahnya, tetangga baru mereka itu ternyata adalah sekelompok anak fraternitas yang kebetulan diketuai oleh seorang mahasiswa tingkat akhir yang bernama Teddy Sanders (Zac Efron). Seperti tipikal anak kelompok fraternitas biasanya, mereka hobi banget party dan melakukan hal-hal yang sifatnya pun 'liar'. Takut hal itu akan mengganggu kehidupan mereka dan bayi mereka, pasangan suami istri Radner pun mencoba berbagai cara untuk menyingkirkan para anak muda ini dari lingkungan mereka.

Ulasan Film
Setiap kali menonton film yang ber-genre komedi, saya selalu mengawalinya dengan ekspektasi menonton yang rendah. Lho? Kenapa? Alasannya sederhana saja: ya biar ntar kalau filmnya kurang lucu ya saya gak kecewa-kecewa amat. Hal ini pun saya terapkan pada film ini dan untungnya, film ini ternyata gak garing-garing amat, kok.

Mulai dari segi tema, film ini sukses mengangkat tema yang dekat dengan kehidupan sehari-hari penonton, yakni mengenai isu 'tetangga'. Tetangga memang bisa menjadi sumber masalah atau bahkan bisa juga menjadi sumber berkah bagi kita. Seperti kata pepatah dari Cina: a good neighbor is a found treasure. Dan di film ini, hal itu terpancar sekali melalui sudut pandang pasangan Radner yang sukses juga membuat saya ikut 'geregetan' melihat kelakuan para anggota fraternitas yang begitu 'live for the moment'.

ekspresi pasangan Radner saat melihat Teddy Sanders pertama kali (image source)
Selain mengangkat isu soal 'tetangga', 'Neighbors' juga mengangkat dua hal lain yang menurut saya bisa menjadi poin tambahan lain dari film ini. Dua hal tersebut adalah mengenai 'adulthood ' dan 'brotherhood '. Poin 'adulthood ' dapat dilihat melalui penggambaran kehidupan pasangan muda Radner yang melukiskan proses transisi dari 'kebebasan' menjadi 'kedewasaan'. Sedangkan poin 'brotherhood ' bisa kita dapat dari suka-duka Teddy Sanders and the gank dalam menjalani kehidupan ala kelompok persaudaraan.

Teddy Sanders and the Gank (image source)
Komedi yang dibawakan di film ini pun bisa dibilang ringan dan mudah dimengerti. Satu-satunya kekurangan dari film ini adalah ada beberapa humor yang miss dan saya rasa Stoller tentu masih bisa lebih 'memperdalam'  dan 'memperkaya' humor yang ada di film ini.

Kalau bicara masalah akting, disini saya terpukau pada akting Rose Byrne yang menurut saya begitu fresh dan hebatnya, mampu mengimbangi Seth Rogen yang notabene adalah seorang aktor komedi kawakan. Byrne akhir-akhir ini memang menyuguhkan acting range yang luas dan versatile, contohnya di X-men: Apocalypse (2016) dan Spy (2015). Selain Byrne, saya juga tertarik dengan akting Zac Efron yang berhasil menyuguhkan 'wibawa ala seorang presiden fraternitas' yang 'nakal' tapi juga 'memiliki rasa solidaritas yang sangat tinggi'. Ya, saya rasa semakin kesini, Efron sudah semakin mahir memudarkan imej 'Disney' yang begitu melekat pada dirinya.

Momen favorit saya adalah saat Teddy dan Pete (Dave Franco) berbaikan dengan saling berbalas kalimat berima. Hihi, menurut saya adegan ini bisa dibilang unik dan kreatif.

cuplikan momen favorit #1 (image source)
Saya juga lumayan tersentuh saat Teddy menyuruh Pete dan kawan-kawannya untuk kabur dan membiarkan Teddy menghadapi polisi sendirian. Ya, sebagai ketua fraternitas, Teddy merasa bertanggung jawab atas semua hal yang telah terjadi. Dia pun tidak mau kalau Pete, si wakil presiden fraternitas yang tergolong mahasiswa pintar sekaligus sahabat baiknya, jadi ikut terlibat dalam masalah yang tengah terjadi (That strong bromance feeling, man!). Saat itu pun Pete sempat menolak, namun Teddy justru bilang begini,

cuplikan adegan favorit #2, no homo lho ini (image source)

Teddy Sanders: You could be the president of the United Nations.
Pete: The UN doesn't have a president...
Teddy Sanders: See, that's what I mean, you know sh*t like that.


Wuhuu, I guess that's all. Overall, saya kasih nilai film ini 7,5/10.

And here is the trailer,





(PS: Oh iya, ternyata Neighbors 2: Sorority Rising (2016) baru aja keluar 20 Mei yang lalu! Tonton juga ya!)
Share: